Artikel

24 Juni 2019 | 04.49 WIB

Karen Armstrong dan Brexit

Dalam forum yang dihadiri peserta dari 40 negara dan dibuka Presiden Singapura itu, mantan biarawati kelahiran Inggris ini tampil cemerlang dan membetot perhatian. Beberapa orang yang saya temui di sela-sela konferensi, menyampaikan itu dengan penuh penghormatan. Saya kira banyak pemikir yang fasih menjelaskan lekuk-lekuk tubuh… | Selengkapnya

29 Mei 2019 | 16.35 WIB

Wafatnya Imam Ghazali Indonesia, Mengenang Prof. Dr. Tholhah Hasan

Suatu malam saya bertanya ke istri, "Kenapa beli kitab sebanyak ini?" Sambil melihat puluhan kitab dengan hardcover hijau tua yang baru datang dengan beberapa judul : Mukhtashar fii Ulumiddin, Al Ghunyatuth Thalibin, Al Fathur Rabbany karya As Syech Abdul Qadir Al Jylani yang menumpuk di… | Selengkapnya

25 Januari 2019 | 11.27 WIB

Gus Dur dan Merawat Hidup Bersama Sebagai Sebuah Bangsa

Riwanto Tirtosudarmo Catatan singkat atas buku “Gus Dur, Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bineka.” Dalam sebuah kuliah umum yang diberikan, setelah 27 tahun dilarang masuk Indonesia oleh rezim Orde baru, Ben Anderson menegaskan bahwa Indonesia seharusnya dilihat sebagai sebuah proyek bersama. Menurut Ben, pada kuliah umum… | Selengkapnya

17 Desember 2018 | 03.27 WIB

Membela yang Tak Berdaya

Yenny Zannuba Wahid* Desember mendatang, tepat sewindu Gus Dur “pergi”. Namun, kisah-kisah, gagasan-gagasan, dan perjuangan-perjuangannya masih terus dibicarakan. Bahkan, di banyak daerah di Indonesia muncul gerakan-gerakan masyarakat yang berkomitmen untuk meneruskan dan memperjuangkan nilai-nilai Gus Dur dalam jaringan Gusdurian. Tidak sedikit pula omongan-omongan di media… | Selengkapnya

16 Desember 2018 | 06.23 WIB

Wahid Foundation Berbagi Pengalaman Riset di Forum CSO Asia Tenggara

“Kekeliruan dalam melihat dua gejala ini dapat berakibat kegagalan dalam menangani keduanya.” Bangkok-Thailand. Bagi sebagian pihak, fenomena Gerakan 212 dipandang sinyal meningkatnya ancaman serius dari kelompok gerakan radikal. Pada 2016, gerakan ini dalam bentuk demonstrasi di Monumen Nasional Jakarta melibatkan jutaan orang. Seruan-seruan anti-Cina bahkan pembunuhan… | Selengkapnya

22 November 2018 | 06.47 WIB

Catatan Workshop Indikator dan Kebijakan Sekolah Damai

Hafizen* Hari Pertama Jumat, 16 November 2018, bertempat di hotel Harris Tebet Jakarta Selatan, Wahid Foundation melaksanakan Workshop Indikator Sekolah Damai. Kegiatan yang diikuti 20 kepala sekolah dari empat provinsi ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan  negeri… | Selengkapnya

19 November 2018 | 13.56 WIB

Perda Bernuansa Agama dan Masa Depan Demokrasi Indonesia, Sebuah Sketsa

Ahmad Suaedy* Hadirnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) bernuansa agama sejak demokratisasi dan desentralisasi Indonesia paka Orde Baru telah membetot perhatian banyak kalangan. Sebagian besar mengkhawatirkan bahwa fenomena ini akan menjadi titik balik bagi demokratisasi, yaitu munculnya benih-benih diskriminasi dan pengabaian kesataraan semua warga negara di… | Selengkapnya

02 November 2018 | 14.00 WIB

Membangun Budaya Damai Mulai dari Sekolah

Beragam spanduk bertema perdamaian menyambut kedatangan kami pagi itu (2 Mei 2018) di SMA negeri 1 Sugihwaras. Salah satu spanduk bertuliskan “Sekolah Damai, Menjunjung Tinggi Kedamaian, Menghargai Perbedaan dan Menjaga Ikatan Persaudaraan di antara Sesama Pelajar”. Di Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini, SMA Negeri… | Selengkapnya

11 Februari 2018 | 15.53 WIB

Wahid Foundation Dorong Perempuan Kembangkan Bisnis di Media Sosial

Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) di La Piazza, Gandaria City, Jakarta Minggu, 11 Februari 2018 dimeriahkan dengan talk show tentang Sosial Media dan Women Peace-Preneurship. Acara yang dimoderatori Sandra Nahdar (pemerhati perubahan sosial) itu menampilkan Founder Du’anyam Azelia Ayuningtyas dan Food Photographer Alexandro Ruby… | Selengkapnya

30 Januari 2018 | 22.42 WIB

Perempuan dan Pendidikan Anti Kekerasan

DAVIDA RUSTON KHUSEN   Tercengang saya membaca judul berita pagi itu, seolah tiada hentinya negeri ini berkelit dengan kekerasan. “Detik-Detik Terkuaknya Kasus SPG Dimutilasi dan Dibakar Suaminya”.   Saya membacanya dengan getir, “dimutilasi-dibakar” dan pelakunya adalah suaminya sendiri. Kadang naluri kewarasan kita tak mampu mencerna… | Selengkapnya

PARTNERSHIP